top
logo

Foto Kegiatan

Flash 8 required

Saat Ini Jam

Pendapat Anda

Bagaimana tampilan website ini ?
 

Statistics

Kunjungan : 1048730

Facebook Share

Share on facebook

Home Hasil Penelitian Penelitian Penyalahgunaan Narkoba Penelitian Penyalahgunaan Narkoba dan Permasalahannya (2)
Penelitian Penyalahgunaan Narkoba dan Permasalahannya (2) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 28 Juni 2011 00:00

6. Perulangan penyalahgunaan narkoba fase awal (minum minuman beralkohol) yang disebabkan faktor eksternal memiliki proporsi 76 % dan faktor internal hanya 24 %. Kemudian responden yang mengulangi penyalahgunaan narkoba fase lanjutan (menggunakan actacy, ganja, pil dll) yang didorong faktor eksternal sebanyak 78, 57 %. dan faktor internal 21,43 %.

Bila digabungkan dan dirata-rata perulangan penyalahgunaan narkoba yang disebabkan oleh faktor eksternal sebanyak 77, 28 % dan yang didorong faktor internal sebanyak 22,72 %. Perhatikan tabel berikut :

 

Tabel : Klasifikasi Faktor Pemicu Perulangan Penyalahgunaan Narkoba

Perilaku

Pemicu

Kategori

Mengulangi minum minuman beralkohol (narkoba fase awal)

Bermasalah, frustasi, stress 52 %

Kumpulan, teman 24 %

Kesenangan, happy, fit , ada uang 20 %

Capek 4 %

Eksternal

Eksternal

Internal

Internal

Mengulangi menggunakan narkoba lanjutan (Pil, Ganja, Ecstacy dll)

Kawan, ikut kumpulan 50, 00 %

Stress, problem, frustasi 28, 57 %

Happy, kesempatan 14, 29 %

Ketagihan 7,14 %

Eksternal

Eksternal

Internal

Internal

(Hasil Survey, 2008)

Hasil tersebut di atas menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih dominan mempengaruhi perilaku responden mengulangi penyalahgunaan narkoba. Pengaruh faktor eksternal bagi responden untuk mengulangi penyalahgunaan narkoba (77,28) jauh lebih dominan dibandingkan saat pertama kali responden melakukan penyalahgunaan narkoba 55, 43 %. Menguatnya faktor eksternal dalam mengulangi penyalahgunaan narkoba dibandingkan pertama kali menggunakan narkoba disebabkan oleh 3 faktor pendukung: (1) menguatnya toleransi dan ikatan diantara pelaku penyalahgunaan narkoba; (2) Kondisi lingkungan seperti banyaknya warung, cafe dan tempat karaoke yang bertebaran dimanan-mana sehingga sebagian para pelajar sudah mulai terimbas dengan tempat-tempat tersebut; dan (3) kondisi budaya masyarakat seperti punya kerja dengan pertunjukan tertentu dan budaya menghalalkan segala cara untuk menang dalam pencalonan posisi tertentu. Untuk menang, para calon tersebut ada yang menggunakan pendekatan berbasis kebiasaan (habbit-based approach). Guna mendapat simpati dari mereka yang biasa minum misalnya, para calon tidak segan-segan membelikan minum minuman beralkohol. Bahkan ada diantaranya mereka rela mengeluarkan uang 5 juta semalam untuk memberi traktiran minum minuman beralkohol dan lainnya.

7. Dampak penyalahgunaan narkoba yang dialami pelaku meliputi: (1) mengalami sakit umum berupa sakit kepala (pusing), sakit perut dan badan terasa sakit, sebanyak 35, 71 %; (2) mengalami sakit spesifik meliputi muntah darah, batuk, sakit-sakitan dirawat di rumah sakit sebanyak 28,57%; (3) mengalami berantem termasuk di dalamnya berantem dengan Bos di tempat kerja yang berakhir PHK, dan terlibat aksi pemerasan 14, 29 %; (4) mengalami jatuh dari motor 14, 29 %; dan selebihnya 7, 14 % responden mengaku belum pernah memiliki pengalaman buruk. Bila diklasifikasikan menurut bidang, dampak penyalahgunaan narkoba sebagai berikut :

Tabel : Klasifikasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Klasifikasi Dampak

Penyalahgunaan Narkoba

Hasil Survey

Dampak kesehatan fisik

Merasa sakit setelah memakai narkoba

Sering (14, 29 %)

Kadangkala (21, 43 %)

Jarang (42, 86 %)

Tidak pernah (21, 43 %)

Dampak Ekonomi

Minum Minuman beralkohol (narkoba fase awal) Per orang,

Per bulan

Rerata belanja Rp 61.600.-

Modus (frekuesi terbanyak) Rp 40.000,-

Maksimum belanja Rp 350.000,-

Minuman belanja Rp 15.000 ,-

Gratisan (diberi) 20 % responden

Dampak Ekonomi

Pengorbanan ekonomi penyalahgunaan narkoba fase lanjutan (Ganja, shabu, Pil dst) per orang per bulan

Rata-rata Rp. 38.000,-

Pengeluaran terbesar Rp. 90.000,-

Modus (frekuensi terbanyak) Rp 60.000,-

Belanja terkecil Rp 20.000,-

Pemakai pemula Rp 0 (diberi) 28, 57 %

Dampak Sosial

Keluarga marah

Sering dimarahi keluarga 28, 57 %

Kadangkala dimarahi keluarga 50, 00 %

Jarang dimarahi keluarga 14, 29 %

Tidak pernah dimarahi keluarga 7, 14 %

Dampak Sosial

Perkelahian/ Cekcok

Sering berkelahi (7, 14 %)

Kadangkala berkelahi (7, 14 %)

Jarang berkelahi (42, 86)

Tidak pernah berkelahi (42, 86%)

(Hasil Survey, 2008)

8. Potensi dampak penyalahgunaan narkoba ada di sebagian sekolah menengah di Pati. Ketika diklarifikasi mengenai kasus yang pernah terjadi pada jam sekolah dan melibatkan siswa yang terindikasi merokok, minum (norkoba fase awal) dan atau memakai narkoba fase lanjutan (pil, shabu, acstacy dll), hasilnya sebagai berikut: (1) ada siswa yang ijin buang air besar tetapi mereka didapati merokok di WC; (2) ada siswa yang ’ngompas’ (minta uang secara paksa) pada siswa lainnya; (3) ada siswa yang berkelahi dengan anak drop out di warung luar dekat sekolah pada jam sekolah; (4) ada siswa yang melakukan aksi pencurian di sekolah termasuk barang-barang milik sekolah; (5) Ketika dirazia (digeledah), ada siswa yang membawa rokok diselipkan di kaos kaki dan dompet. Hasil survey terhadap Guru BP yang menangani kenakalan pelajar sekolah menengah di institusinya, potensi dampak penyalahgunaan narkoba bervariasi antar sekolah. Perhatikan hasil survey dengan responden Guru BP sebagai berikut :

Tabel : Potensi Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Menengah

Siswa Perokok atau Peminum atau P. Narkoba

Data Hasil Survey

Potensi Dampak

Ngemplang uang BP3 (tidak dibayarkan)

jarang (33, 33 %)

kadang kala (33,33 %)

belum pernah ada (33,33 %)

Potensi dampak ekonomi

Membolos

kadangkala 26, 67 %

jarang 13, 33 %.

tidak pernah/ tidak ada (60, 00%)

Potensi dampak sosial

Terlibat perkelahian

sering (6, 67 %)

kadangkala (13, 33)

jarang (20, 00 %)

tidak pernah/ tidak ada (60, 00%)

Potensi dampak sosial

Terlibat pencurian

sering (6, 67 %)

kadangkala (13, 33 %)

jarang (13, 33 %)

tidak pernah/ tidak ada (60, 00%)

tidak jelas/tidak menjawab (6, 67 %)

Potensi dampak sosial

(Hasil Survey, 2008)

(bersambung)

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 30 Juni 2011 05:53
 

bottom

Badan Narkotika Kabupaten Pati : Satgas Bidang Litbang dan Informatika.
Warning: call_user_func() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'tdo' not found or invalid function name in /home/bnkpati/public_html/templates/themza_j15_06/html/pagination.php on line 153
Valid XHTML and CSS.